BANJARMASIN – Dua mantan anggota DPRD Kalimantan Selatan
dikabarkan bakal ikut bertarung dalam Pemilukada Kota Banjarmasin di 2015 nanti.
Dua nama tersebut adalah Anang Rosadi Adenansi yang berpasangan dengan Rahmat
Nopliardy. Uniknya, pasangan ini menggunakan singkatan Ar Rahman untuk
menyingkat nama mereka berdua.
Kepada Mata
Banua, Anang Rosadi juga mengaku optimis, pemilihan akan dilakukan secara
langsung oleh rakyat, apalagi ada rencana dari Presiden SBY untuk mengeluarkan
Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu). “Kalau saya sih inginnya pemilihan
langsung oleh rakyat,” ujarnya.
Dirinya dan
Rahmat, lanjut Anang, sama-sama mempunyai visi untuk memajukan Kota
Banjarmasin. Menurutnya masih banyak permasalah di Kota Banjarmasin yang tak
terselesaikan. Termasuk juga masalah tata kota yang masih semerawut. Beberapa
Peraturan Daerah (Perda) juga dianggapnya malah tak efektif. “Kalau membangun
daerah jangan setengah-setengah, beberapa Perda saya lihat malah tidak efektif,”
kritiknya.
Dengan menggunakan
singkatan Ar Rahman, Anang dan Rahmat mengaku optimis, sembari menunggu
perkembangan UU Pemilukada. Apakah akan ada perubahan atau tidak. “Kami juga
masih menunggu perkembangan UU itu,” jelasnya.
Sementara itu,
Rahmat Nopliardy mengatakan dirinya banyak mendapat dukungan dari masyarakat
dan diminta turut masuk dalam bursa Pemilukada Kota Banjarmasin. Tim relawan,
kata dia, bahkan sudah bergerak mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai
tanda dukungan konkret dari masyarakat Banjarmasin.
Dikatakan
Rahmat, alasan kenapa ia akan turut
bertarung pada pemilukada Banjarmasin 2015 mendatang, karena prihatin dengan
kondisi Banjarmasin yang masih perlu banyak perbaikan di berbagai segi.
Misalnya saja, masalah tata kota, lapangan pekerjaan, dan pengelolaan
pemerintahan yang baik. "Saya ingin berkontribusi untuk memperbaiki
Banjarmasin. Sebagai ibukota Provinsi Kalsel, Banjarmasin harus lebih baik dari
sekarang," ujar Rahmat.
Sebelumnya, dari
jalur partai politik sudah ada beberapa nama yang mencuat ke permukaan. Seperti
H Fikri dari Demokrat, Zulfadli Ghazali yang kemungkinan diusung Golkar, dan H
Haryanto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (stp)