BANUAONLINE (12/2014) -Partai
Golkar sebagai pemenang pemilu legislatif di Kalimantan Selatan akan menggelar
musyawarah daerah (Musda) pada 2015 mendatang. Masih belum diketahui, apakah
dalam Musda ini juga akan mengagendakan pemilihan ketua umum atau tidak. Namun
Musda dipastikan digelar tahun depan.
Hal ini
disampaikan oleh Sekretaris Golkar Kalimantan Selatan, Murhan Effendi.
Menurutnya Musda memang akan digelar di 2015. Namun untuk kepastian waktunya
masih belum ditentukan. Dikatakannya, saat ini Golkar Kalimantan Selatan masih
fokus pasca musyawarah nasional (Munas) IX di Bali baru-baru ini. “Musda memang
akan digelar di 2015, namun belum ditentukan kapan pastinya,” kata Murhan (12/2014).
Selain itu, terpilihnya
kembali Aburizal Bakrie (ARB) sebagai Ketua Umum DPP partai Golkar pada Munas
IX di Bali, diharapkan bisa meneruskan program partai berlambang pohon beringin
ini.
Secara aklamasi, ARB kembali menakhodai partai Golkar dengan mengantongi 534 surat dukungan dari 537 pemegang suara sah di seluruh DPD partai Golkar se Indonesia. "Kami berharap beliau bisa melanjutkan kembali program partai demi meningkatlan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Ditambahkannya, program yang sudah dijalankan Ical telah memenuhi ketentuan partai dan sejalan dengan visi misi Golkar. Namun kata dia, ada evaluasi sehingga apa yang menjadi tujuan partai bisa dicapai secara baik. Sebagaimana hasil pilpres 2014 lalu, menurut mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tabalong ini, harus bisa melakukan perbaikan agar ke depan Partai Golkar bisa menempatkan kadernya sebagai pemimpin bangsa. "Partai Golkar mempunyai visi misi yang baik, dan hal itu sudah bisa diterima rakyat Indonesia, sehingga kekalahan pada pilpres lalu harus menjadi pelajaran," urainya.
Murhan mengatakan, usai Munas ini partai Golkar kembali menggelar rapat pimpinan nasional (Rapim) dengan agenda menyusun program untuk lima tahun ke depan dan tentunya mengevaluasi program sebelumnya. Ditanya soal kader Golkar Kalimantan Selatan yang masuh dalam kepengurusan Ical, Murhan juga belum bisa memastikan. "Acara pembacaan struktrur kepengurusan atau komposisi pengurus DPP belum disampaikan," tuturnya.
Sebelumnya, meskipun partai Golkar di pusat tengah mengalami kisruh internal, partai Golkar Kalimantan Selatan tetap bersikukuh akan hadir ke Munas Golkar di Bali. Golkar Kalimantan Selatan mengacu pada hasil Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) di Yogyakarta. Golkar Kalimantan Selatan, ujarnya akan tetap mengikuti Munas di Bali.
Secara aklamasi, ARB kembali menakhodai partai Golkar dengan mengantongi 534 surat dukungan dari 537 pemegang suara sah di seluruh DPD partai Golkar se Indonesia. "Kami berharap beliau bisa melanjutkan kembali program partai demi meningkatlan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Ditambahkannya, program yang sudah dijalankan Ical telah memenuhi ketentuan partai dan sejalan dengan visi misi Golkar. Namun kata dia, ada evaluasi sehingga apa yang menjadi tujuan partai bisa dicapai secara baik. Sebagaimana hasil pilpres 2014 lalu, menurut mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tabalong ini, harus bisa melakukan perbaikan agar ke depan Partai Golkar bisa menempatkan kadernya sebagai pemimpin bangsa. "Partai Golkar mempunyai visi misi yang baik, dan hal itu sudah bisa diterima rakyat Indonesia, sehingga kekalahan pada pilpres lalu harus menjadi pelajaran," urainya.
Murhan mengatakan, usai Munas ini partai Golkar kembali menggelar rapat pimpinan nasional (Rapim) dengan agenda menyusun program untuk lima tahun ke depan dan tentunya mengevaluasi program sebelumnya. Ditanya soal kader Golkar Kalimantan Selatan yang masuh dalam kepengurusan Ical, Murhan juga belum bisa memastikan. "Acara pembacaan struktrur kepengurusan atau komposisi pengurus DPP belum disampaikan," tuturnya.
Sebelumnya, meskipun partai Golkar di pusat tengah mengalami kisruh internal, partai Golkar Kalimantan Selatan tetap bersikukuh akan hadir ke Munas Golkar di Bali. Golkar Kalimantan Selatan mengacu pada hasil Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) di Yogyakarta. Golkar Kalimantan Selatan, ujarnya akan tetap mengikuti Munas di Bali.
Golkar Kalimantan
Selatan juga sejak jauh hari mendukung ARB. Sebab, ARB dianggap sudah
berpengalaman dan mampu mengelola KMP dengan baik. Selain itu, peran Golkar
sebagai penyeimbang pemerintahan juga merupakan langkah ARB yang dianggap baik.
(stp)