ilustrasi: duajurai.co |
Hal ini dibahas dalam rapat antara Pemkot Banjarmasin dan para pedagang. Salah satu pedagang beras yang sudah berjualan selama puluhan tahun, Awi mengatakan, pihaknya bersama 28 pedagang lainnya setuju dengan rencana pembangunan siring. Termasuk dengan rencana pembebasan lahan pasar beras tersebut. "Kalau memang sudah keputusan pemerintah, mau apalagi," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang beras lainnya Ahur, ia membenarkan jika sudah ada rapat terkait pembebasan lahan yang akan terdampak pada 29 toko penjual beras. "Saya ngikut aja apa yang diinginkan pemerintah," jelasnya, Kamis (25/7/2019).
Kendati demikian, para pedagang beras tersebut berharap mendapatkan tempat yang layak serta ganti rugi sesuai dengan lahan bangunan yang dimiliki masing-masing toko terdampak pembebasan lahan nantinya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengatakan lanjutan penataan Siring di Muara Kelayan yang semula hanya 150 meter, kini dengan sistim multiyears ditambah menjadi 400 meter. Selain mendapatkan kuncuran bantuan pembangunan dari DAK untuk menyelesaikannya, pihaknya juga mengajukan kucuran dana untuk infrastruktur lainnya. "Alhamdulillah itu bisa disetujui," terangnya
Hal itu juga dibenarkan Kasubbid Pertanahan Dinas Perumahan dan Permukiman Banjarmasin Rusni jika tahun depan akan dilakukan pembebasan lanjutan revitalisasi sungai di Muara Kelayan Banjarmasin dengan pagu anggaran sebesar Rp13 miliar dari 29 persil yang telah disiapkan. Menurut informasi yang dihimpun dari 29 persil tersebut, 25 murni pedagang dan 4 warung akan direlokasi di dua tempat. (arum/sip)
Posting Komentar