Begitu banyak tradisi warga banua dibulan Ramadhan yang masih lestari. Salah satu yang masih tersisa adalah bagarakan sahur. Budaya ini ternyata memiliki sejarah panjang yang mungkin tidak semua orang mengetahuinya
Begarakan sahur masih terus dilestarikan generasi muda di banua, baik didesa maupun kota. Seiring perkembangan zaman, peralatan begarakan sahur menjadi modern. Seperti tabuhan drum, hingga musik dengan speaker yang nyaring. Tradisi begarakan sahur ini ternyata sudah ada sejak masuknya islam di Kesultanan Banjar.
Bahkan bagarakan sahur juga mulai intens dilakukan dizaman dinasti Abbasiyah, hingga dinasti Mamluk. Di Timur Tengah saat itu, membangunkan orang untuk sahur adalah dengan membunyikan meriam. Begitu juga di Indonesia, membangunkan orang bersahur muncul dengan berbagai tradisi.
Kalau di Kalimantan Selatan, membangunkan orang sahur disebut "bagarakan sahur". Di masa Kesultanan Banjar, membangunkan orang sahur itu dengan tradisi "badadamaran" (menyalakan obor dari getah kayu damar sambil memukul pohon bambu keliling kampung).
Bagarakan sahur menjadi slah satu hiburan rakyat yang populer para bulan ramadhan. Tradisi nenek moyang itu tetap lestari melintasi generasi disetiap dini hari.
Sumber : https://youtu.be/oVOtuVzvL-8
Posting Komentar